Malang selalu identik dengan kota Apel, namun jangan salah, selain wisata petik apel, Malang juga punya agro wisata . Mungkin sebagian wisatawan yang sudah datang ke Malang baru tahu jika ada wisata agro petik jeruk. petik jeruk telah dibuka di Kota Batu, tepatnya tanggal 4 Agustus 2016 di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), desa Tlekung, Kota Batu. Pengunjung yang datang ke wisata agro petik jeruk lumayan banyak setiap harinya, rata-rata untuk kunjungan di hari biasa bisa mencapai 100 orang, dan untuk akhir pekan jumlah pengunjung bisa naik sekitar 100%.

 Pengunjung yang datang ternyata tidak hanya dari provinsi Jawa Timur saja, namun juga berasal dari kota-kota seluruh Indonesia. Tempat wisata ini terus dikembangkan oleh tim dari Balitjestro yang juga merupakan lembaga penelitian tanaman jeruk dan subtropis di bawah Kementerian Pertanian RI. Lahan yang ada sekarang kurang lebih sekitar 2 hektar, dan ada lebih dari 700 tanaman jeruk dan akan terus ditambah. Dari tanaman jeruk tersebut, lahan tersebut sudah menjadi salah satu destinasi wisata agro di kota Batu. Kualitas buah jeruk di Balitjestro juga tidak kalah dengan kualitas jeruk impor, rasanya segar. Itualh salah satu alasan pengunjung datang ke wisata agro petik jeruk Balitjestro, Kota Batu.

Tiket Masuk Balitjestro, Batu Malang

Untuk harga tiket masuk wisata agro petik jeruk adalah Rp 25.000,- per orang, cukup murah dan terjangkau untuk semua kalangan. Dengan membayar hanya 25 ribu, anda bisa makan jeruk langsung dari pohonnya dan bisa membawa pulang buah jeruk dari kebun jeruk asli. Asyik bukan.

Kepala Balitjestro mengatakan bahwa harapan pengunjung adalah lahan kebun jeruk ini terus diperluas dan jenis tanaman jeruknya juga bisa ditambah, agar pengunjung semakin banyak yang datang ke wisata agro petik jeruk Balitjestro ini.