Tradisi Suku Tengger di Bromo yang Bikin Dunia Terkagum
Gunung Bromo nggak cuma terkenal dengan keindahan alamnya, tapi juga punya kekayaan budaya yang luar biasa. Salah satu warisan budaya paling sakral di kawasan ini adalah Upacara Yadnya Kasada, yang digelar setiap tahun oleh masyarakat Suku Tengger.
Tahun 2025 ini, momen istimewa itu kembali digelar di Pura Luhur Poten, tepat di jantung kawasan kaldera Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Bahkan, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, juga turut hadir dan ikut menyaksikan langsung prosesi adat yang begitu magis dan penuh makna.
Warisan Budaya yang Perlu Dijaga dan Dikenal Dunia
Fadli Zon menyebut bahwa Yadnya Kasada bukan sekadar tradisi lokal, tapi juga bentuk rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan kepada para leluhur. Prosesi ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Tengger yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
“Ini bukan cuma ritual, tapi ekspresi syukur dan penghormatan yang sangat dalam. Pemandangan di Bromo luar biasa, tapi budaya masyarakatnya jauh lebih mengesankan,” ungkap Fadli saat menghadiri upacara, Selasa (10/6/2025).
Tradisi Larung Sesaji ke Kawah Bromo
Salah satu momen paling ikonik dari Yadnya Kasada adalah larung sesaji ke kawah Gunung Bromo. Warga Suku Tengger membawa hasil bumi, ternak kecil, bunga, dan sesaji lainnya untuk dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi. Prosesi ini dilakukan saat bulan purnama di bulan ke-12 menurut kalender Tengger.
Larung sesaji ini bukan hanya ritual biasa, tapi juga simbol penghormatan mendalam terhadap alam dan para leluhur. Banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang datang khusus ke Bromo hanya untuk menyaksikan momen sakral ini secara langsung.
Daya Tarik Internasional yang Terus Bertumbuh
Fadli berharap Yadnya Kasada bisa jadi daya tarik budaya yang dikenal lebih luas secara global. Menurutnya, keberagaman budaya seperti inilah yang membuat Indonesia memiliki nilai lebih di mata dunia.
“Selain alamnya yang menakjubkan, toleransi dan budaya yang terjaga di sini juga sangat luar biasa. Ini warisan Nusantara yang layak dikenal secara internasional,” kata Fadli.
Menjaga Kelestarian Alam di Tengah Antusiasme Wisatawan
Di sisi lain, Fadli juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan di sekitar kawasan Bromo. Ia menyadari bahwa setiap kali ada perayaan besar seperti Yadnya Kasada, jumlah wisatawan pasti meningkat. Potensi munculnya sampah dan kerusakan lingkungan pun tak bisa dihindari.
Namun yang patut diapresiasi, warga sekitar terbiasa bergotong royong membersihkan kawasan hanya dalam satu hingga dua hari setelah perayaan. Ini bukti nyata bahwa masyarakat Tengger punya kesadaran tinggi terhadap kelestarian alam yang mereka anggap sakral.
Tengger Nandur: Harmoni Alam dan Spiritualitas
Dalam kunjungannya, Fadli juga turut mengikuti kegiatan Tengger Nandur di Desa Ngadipura, sebuah aksi penanaman tumbuhan yang jadi bagian dari pelestarian kawasan sakral Punden. Ini bukan sekadar penanaman pohon biasa, tapi bentuk nyata spiritualitas masyarakat Tengger dalam menjaga keseimbangan dengan alam.
Tengger Nandur merupakan simbol bahwa budaya dan ekologi bisa berjalan seiring. Menjaga alam bukan hanya soal tanggung jawab lingkungan, tapi juga bagian dari identitas dan tradisi.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci
Dalam momen bersejarah ini, Fadli didampingi sejumlah pejabat penting, termasuk Staf Khusus Menteri dan Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.
Saatnya Kalian Saksikan Sendiri Keajaiban Yadnya Kasada!
Kalau selama ini kalian cuma tahu Bromo dari foto-foto sunrise atau lautan pasirnya yang eksotis, sesekali datanglah saat momen Yadnya Kasada berlangsung. Dijamin, kalian akan melihat sisi lain Bromo yang jauh lebih dalam dan menyentuh hati.
Kalau bingung soal transportasi dan akomodasi, kalian bisa banget gabung bareng OngisTravel, agen wisata yang siap antar kalian merasakan vibes magis Bromo dan merancang paket khusus untuk momen-momen budaya seperti ini.
Liburan ke Bromo nggak melulu soal foto-foto, tapi juga tentang menyentuh kearifan lokal yang membuat perjalanan terasa lebih bermakna.
Yuk, jadikan momen budaya seperti Yadnya Kasada jadi bagian dari petualangan kalian berikutnya!